
Kehilangan pekerjaan, apapun alasannya, jelas merupakan sesuatu yang menyesakkan. Bagi sementara orang, bahkan menjadi sebuah mimpi buruk. Secara umum, diberhentikan dari pekerjaan biasanya menimbulkan shock, kemarahan, hingga kegamangan. Lantas apa yang harus diperbuat untuk mengantisipasi risiko itu? Carol A. Poore, seorang konsultan menajemen, membagi kiatnya berikut ini.
Kehilangan pekerjaan, atau dipecat dari tempat bekerja, biasanya dilatarbelakangi beragam hal. Antara lain, kemerosotan ekonomi yang berimbas pada perusahaan, kebijakan efisiensi dan perampingan, perubahan orientasi dan sasaran perusahaan, masalah kesehatan atau persoalan pribadi yang bersangkutan, hingga masalah-masalah politik lokal.
Jika sedemikian banyak faktor penyebab seseorang bisa kehilangan pekerjaan, lantas apa yang bisa dilakukan untuk, paling tidak, mengurangi risiko karier? Jawabnya adalah menyusun portofolio karier. Ini adalah pendekatan manajemen risiko karier yang mirip dengan penyusunan portofolio finansial.
Pendekatan ini berguna membantu Anda untuk menyusun 4 (empat) “aset atau investasi” karier secara spesifik. Keempatnya menawarkan kesempatan yang sama untuk menjalani kehidupan pasca kehilangan pekerjaan. Selain itu, Anda pun bisa memilah-milah risiko yang mungkin ada, sehingga Anda selalu punya opsi karier.
Awali dengan Personal Purpose
Untuk menyusun portofolio karier, terlebih dulu harus diawali dengan menyusun Personal Purpose, atau dalam arti luas, tujuan hidup/pribadi. Personal Purpose inilah yang akan menjadi petunjuk arah dalam mengambil keputusan-keputusan mengenai karier. Mulailah dengan menjawab sejumlah pertanyaan di bawah ini:
Anda ingin diingat seperti apa kira-kira dalam 100 tahun dari saat ini?
Apa yang paling memuaskan Anda?
Sebutkan dua proyek membanggakan yang Anda kerjakan dalam beberapa tahun terakhir?
Setelah menjawab pertanyaan di atas, mulai melihat segala sesuatunya dalam bingkai besar, dan mulailah menulis tujuan hidup Anda, dengan mengisi titik-titik berikut ini: Tujuan hidup Saya adalah ……………………………………………………………..
Suatu saat bisa saja anda merevisi tujuan hidup Anda. Namun, tetap akan menjadi panduan yang bermanfaat saat akan memutuskan sesuatu yang penting dalam karier Anda.
Menyusun Portofolio Karier
Kini saatnya untuk menakar apa saja kira-kira aset karier yang Anda miliki dan ingin Anda bangun. Panduannya adalah empat aset atau investasi karier di bawah ini:
Primary Income Investment. Yaitu berupa pekerjaan utama atau bisnis Anda, yang merupakan sumber penghasilan finansial utama.
Secondary Income Investment. Yaitu pekerjaan sampingan atau sumber penghasilan alternatif, yang membuka kesempatan bagi Anda untuk memperoleh pengetahuan tambahan, opsi karier, pendapatan. Meskipun tidak semua orang ingin membangun dan memiliki bisnis sendiri, bagaimanapun juga, mereka yang berani memutuskan untuk menjalankan bisnis sendiri secara sampingan, berkesempatan memiliki bisnis besar kelak.
Volunteer Investment. Yaitu Jaringan atau hubungan baik dengan orang atau komunitas lain yang berguna bagi Anda. Jika komunitas itu mendukung atau sesuai dengan tujuan hidup Anda, maka Anda akan memperoleh kemampuan atau pengetahuan baru.
Lifelong Learning Investment. Berupa aset atau investasi yang bersifat seumur hidup, termasuk mentorship, pendidikan, dan kegemaran membaca.
Tatkala Anda sudah mampu mengidentifikasi aset karier yang Anda inginkan, selanjutnya Anda bisa memasukkan tahapan-tahapan rencana untuk membangun portofolio karier. Tujuan hidup Anda secara keseluruhan, waktu yang tersedia, kemampuan untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, harus menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. andi nursaiful- Men's Obsession Edisi 073 November 2009
Contoh Portofolio Karier
Ini adalah contoh paling nyata betapa penyusunan portofolio karier akan membuat hidup seseorang menjadi begitu berkualitas.
Pam Overton adalah seorang wanita muda yang berdomisili di Phoenix, AS. Ia bekerja sebagai pengacara di law firm Greenberg Traurig. Ia telah menyusun portofolio karier, dengan menggabungkan tiga aset/investasi karier: Primary, Volunteer, dan Lifelong Learning.
Ia menulis tujuan hidupnya: Mengejar karier setinggi mungkin, membina keluarga dan menempatkan keluarga sebagai prioritas nomor satu, dan memiliki aktifitas spiritual dan sosial sebagai penyeimbang.
Sumber penghasilan utamanya (Primary Income Investment) berasal dari pekerjaan utama sebagai pengacara. Di sini, Pam sudah sukses, antara lain dengan memperoleh penghargaan Golden Heart of Business Award pada tahun 2000, dan meraih gelar dari majalah wanita Today's Arizona sebagai salah satu "Top 10 Business Women in the State of Arizona" selama dua tahun berturut-turut.
Volunteer Investment yang dimiliki Pam, antara lain, menjadi salah satu anggota dewan direksi Fresh Start Women's Foundation, sebuah organisasi yang bertujuan membantu para wanita yang butuh bimbingan karier dan keuangan. Keterlibatan Pam di sini, sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan leadership, organisasi, dan menambah pengetahuan tentang isu-isu kemasyarakatan. Selain itu, Volunteer Investment lain yang dimiliki Pam, adalah membantu pengembangan dan penelitian masalah kanker dan penyakit jantung. Ia aktif terlibat dalam aksi pengumpulan dana di All Saints' Episcopal Day School di mana anaknya bersekolah.
Untuk Lifelong Learning Investments, Pam menjadi anggota sejumlah asosiasi pengacara, sekaligus aktif pada Arizona State Bar's Ethics Committee. “Semua investasi karier ini memberikan nilai tambah pada karier saya, dan membuka kesempatan luas untuk belajar dan membentuk jaringan luas,” ujarnya.
Secara berkala, Pam mengkaji ulang portofolio kariernya demi menjaga keseimbangan hidup. Maklum, Pam juga seorang ibu dari tiga anak.
Nah, berdasarkan contoh di atas, jika Anda memiliki lebih dari satu portofolio karier, tentu Anda akan lebih fleksibel dan percaya diri untuk menghadapi risiko-risiko karier di masa depan. Tak masalah berapa usia Anda dan di mana Anda merintis karier. Yang terang, tak pernah ada kata terlambat untuk menyusun dan membangun portofolio karier.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar